Penjelasan Ciri, Klasifikasi dan Peranan Arthropoda

0
19
Penjelasan Ciri, Klasifikasi dan Peranan Arthropoda


Arthropoda merupakan kelompok hewan yang kaki dan tubuhnya beruasruas.Tubuhnya terdiri dari bab kepala, dada, dan perut. Memiliki rangka luar (eksoskeleton) dari zat kitin, yang menimbulkan tubuh Arthropoda besar lengan berkuasa dan kaku. Habitatnya di darat, air tawar, maupun di laut. Arthropoda ada yang hidup bebas, ada pula yang benalu pada tumbuhan, hewan atau manusia. 

Arthropoda merupakan filum terbesar kalau dilihat dari jumlah anggotanya, lebih banyak didominasi dalam dunia hewan Avertebrata, dan sebagian besar Arthropoda ialah serangga (insekta). Alat pernapasannya bervariasi sesuai dengan habitatnya. Arthropoda darat bernapas dengan trakea atau paruparu buku, sedangkan yang hidup di air bernapas dengan insang. Jenis kelamin terpisah (gonochoris). Beberapa jenis Arthropoda mengalami parthenogenesis. Alat ekskresinya berupa nefridium yang berpasangan, sistem saraf tangga tali.


Beberapa kelas Arthropoda ditampilkan berikut ini.

Ciri, Klasifikasi dan Peranan Arthropoda
1) Crustacea
Kelas ini sebagian besar anggotanya hidup di air, bernapas dengan insang. Tubuhnya terdiri dari bab kepaladada yang bersatu (sefalotorak) dan perut (abdomen). Crustacea eksoskeleton keras, terdiri dari zat kitin yang berlendir.

Pada bab sefalotorak terdapat lima pasang kaki besar yang berfungsi untuk berjalan (kaki jalan) di mana sepasang kaki pertama berukuran lebih besar disebut keliped. Adapun di bab abdomen terdapat 5 pasang kaki berukuran kecil yang berfungsi untuk berenang (kaki renang). Bagian depan sefalotorak terdapat sepasang antena panjang dan sepasang antenule pendek. Crustacea dibedakan menjadi 2, yaitu

* Entomostraca (mikrocrustacea), 
misalnya Daphnia sp, Cyclops sp, yang merupakan komponen penting dari zooplankton,

* Malacostraca (makrocrustacea),
misalnya Pinnaeus monodon (udang windu), Cancer sp (kepiting), Panulirus sp (lobster).

2) Myriapoda
Hewan yang tergolong kelas Myriapoda memiliki banyak segmen tubuh, dapat mencapai 100 – 200 ruas. Tubuh terdiri dari kepala yang kecil, berada pada ruas pertama, dan perut yang pada tiap ruasnya memiliki sepasang atau dua pasang kaki. Habitatnya di darat, bernapas dengan paruparu buku. Pada bab kepala hewan ini terdapat sepasang mandibula dan dua pasang maksila. Kelas ini terdiri dua, yaitu:

a) Chilopoda
Tubuh Chilopoda agak pipih (gepeng), tiap ruas tubuh terdapat sepasang kaki. Di bab kepala terdapat sepasang antena panjang dan semacam cakar yang berbisa. Chilopoda merupakan hewan karnivora.
Contohnya Scolopendra sp (kelabang).

b) Diplopoda
Diplopoda tubuh bulat, tiap ruas tubuh terdapat dua pasang kaki. Hewan ini menyukai daerah yang lembap. Bila menemui ancaman membela diri dengan cara menggulung tubuhnya, Diplopoda merupakan herbivora.
Contoh: Spirobolus sp (luwing).

3) Arachnida
Arachnida tubuh terdiri dari bab kepaladada yang menyatu (sefalotorak) dan perut (abdomen) yang bulat. Kepala kecil, tanpa antena, terdapat beberapa mata tunggal (oceli). Habitatnya di darat, bernapas dengan paruparu buku. Mempunyai kaki empat pasang yang terdapat pada sefalotorak. Pada sefalotorak terdapat alat komplemen berupa sepasang kelisera yang beracun dan sepasang palpus.

Pada ujung posterior abdomen, sebelah ventral anus terdapat sutera dan bermuara pada alat serupa pembuluh yang disebut spinneret. Makanannya berupa cairan tubuh hewan lain dan diisap melalui ekspresi dan esofagus. Jenis kelamin terpisah, fertilisasinya terjadi secara internal. Telur yang telah dibuahi diletakkan dalam kokonkokon sutera yang dibawa ke manamana oleh hewan betina.
Contoh: kalajengking, labalaba.

4) Insecta
Insekta merupakan kelas terbesar dalam Arthropoda, bahkan anggota insekta merupakan bab terbesar dari filum Animalia. Lebih dari satu juta spesies Insekta hidup di bumi ini. Dari jumlah itu setengahnya telah diuraikan secara tertulis dan diterbitkan.

a) Ciriciri Insecta

Tubuh insekta terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Di kepala terdapat bermata tunggal (oceli), mata majemuk (faset), alatalat mulut, mungkin juga antena. Dada terdiri dari tiga ruas, yaitu protoraks, mesotorak dan metatoraks. Kaki dan sayap terdapat di bab dada. 

Insekta memiliki tiga pasang kaki (heksapoda), bersayap sepasang atau dua pasang, meski ada sebagian insekta yang tidak bersayap. Habitat di darat, air tawar (terutama pada stadium muda), dan beberapa jenis hidup di laut. Ukuran tubuhnya mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter (insekta terpanjang, Pharmacia serratipes, panjangnya mencapai 26 cm). 

Tipe ekspresi insekta bermacammacam (mengisap, menusuk dan mengisap, menggigit, mengunyah). Bernapas dengan trakea yang bercabangcabang dan terbuka pada sepasang spirakulum pada sisisisi tubuh. Insekta mengalami metamorfosis, baik metamorfosis tepat maupun tidak tepat (beberapa golongan serangga tidak mengalami metamorfosis).

Mempunyai sistem saraf tangga tali. Peredaran darah terbuka, darah tidak mengandung pigmen darah (hemoglobin) sehingga hanya berfungsi mengedarkan zat makanan saja. Pengangkutan dan peredaran gas pernapasan (O2 dan CO2) pada insekta dilaksanakan oleh sistem trakea.

Berdasarkan metamorfosisnya insekta dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

* Ametabola: serangga yang tidak mengalami metamorfosis, misalnya Lepisma sp (kutu buku).

* Hemimetabola: serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, misalnya capung, belalang. Telur menetas menjadi nimfa (miniatur serangga dewasa) lalu tumbuh menjadi serangga dewasa.

* Holometabola: serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, misalnya nyamuk, lalat, kupukupu. Telur menetas menjadi larva, larva bermetamorfosis pupa (kepompong), hasilnya menjadi serangga dewasa.

b) Klasifikasi Insecta

Insecta terdiri dari dua subkelas, yaitu:

* Apterygota (serangga tidak bersayap)
Pembagian segmen tubuh Apterygota meliputi: kepala, dada, dan perut kurang tegas. Umumnya hewan ini tidak mengalami metamorfosis.

* Pterygota (serangga bersayap)
Pembagian segmen tubuh Pterygota meliputi: kepala, dada, dan perut sudah jelas. Mengalami metamorfosis tepat atau tidak sempurna.

Berikut pola beberapa ordo dalam kelas Insecta:

1) Subkelas Apterygota

a) Ordo Protura
Protura memiliki tubuh sangat kecil (panjang sekitar 1,5 mm), hidup di darat, tidak bersayap, tidak punya mata, tanpa antena, tipe ekspresi mengisap, kaki pendek. Hewan ini hidup di sampah yang membusuk, di bawah kulit batang membusuk.
Contoh: Acerentulus sp.

b) Ordo Thysanura
Thysanura memiliki tubuh kecil (panjang sekitar 30 mm), hidup di darat, tidak bersayap, antena panjang, kaki 23 ruas, bab belakang abdomen terdapat 3 alat komplemen panjang. Hewan ini merupakan pemakan selulosa pada kertas.
Contoh: Lepisma saccharina (kutu buku).

c) Ordo Collembola
Collembola tubuh kecil (panjang 2 – 5 cm), tidak bersayap, antena sedang (terdiri empat ruas), kaki terdiri atas satu ruas. Pada bab abdomen terdapat alat komplemen untuk meloncat (furcula). Tipe mulutnya mengunyah, mata majemuk, tidak mengalami metamorfosis. Hewan ini hidup di bawah dedaunan, lumut, kulit kayu, dan batu.
Contoh: Entomobrya laguna (ekor loncat), Papirus fuscus (kutu kebun).

2) Subkelas Pterygota

a. Ordo Orthoptera
Orthoptera merupakan insekta peloncat, femur kaki berukuran besar. Sayapnya dua pasang, sayap depan lurus, kaku dan menyempit, adapun sayap belakang (dalam) tipis menyerupai membran. Saat tidak terbang terlipat berlapislapis. Hewan ini memiliki mata tunggal atau majemuk, antena berukuran sedang atau panjang. Mulut hewan ini berfungsi untuk menggigit. Orthoptera mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Contoh: Valanga nigricornis (belalang), Gryllus sp (jangkrik), Periplaneta americana sp (kecoa).

b) Ordo Dermaptera
Ukuran tubuh Dermaptera bervariasi, dari ukuran kecil hingga cukup besar. Antena cukup panjang dan ramping. Hewan ini bersayap dua pasang, sayap depan mengeras (disebut elytra), sayap belakang menyerupai selaput (disebut tegmina). Saat istirahat sayap belakang tertutup oleh tegmina. Bagian belakang abdomen Dermaptera terdapat penonjolan menyerupai capit, terutama pada Dermaptera jantan. Tipe mulutnya mengunyah. Hewan ini mengalami metamorfosis tidak sempuna. Hidupnya bersembunyi di celahcelah bebatuan, memakan dedaunan atau insekta lain. 
Contoh: Forficula auricularia.

c) Ordo Isoptera
Isoptera memiliki tubuh lunak, bab kepala besar dan berkitin, berukuran kecil hingga sedang. Hewan ini hidup dalam koloni besar, terdapat polimorfisme (koloni dengan beberapa bentuk dan peran yang berbedabeda). Rahangnya besar dan menonjol, mempunyai sayap dua pasang berukuran sama panjang. Setelah dewasa, Isopter menanggalkan sayapnya. Hewan ini mengalami metamorfosis tidak sempurna. 
Contoh: Reticuli termes (rayap kayu dan tanah), Kolotermes sp (rayap kayu kering), Zootermes sp (rayap kayu basah), Amitermes sp (rayap tanah kering), Macrotermes sp (rayap pembentuk rumah tanah/termitarium).

d) Ordo Anoplura
Anoplura berupa serangga kecil (sekitar 6 mm), tak bersayap, ektoparasit pada mamalia, tubuh agak pipih. Kaki pendek, kuat, tipe ekspresi mengisap. Antena pendek, tak ada mata, dada bersatu, tarsi pendek (1 ruas), Anoplura metamorfosis sempurna. 
Contoh: Pediculus humanus capitis (kutu rambut kepala), Pediculus humanus corporis (kutu rambut badan).

e) Ordo Homoptera
Homoptera serangga kecil atau sedang, sayap dua pasang, dasar sayap tidak pernah mengeras. Tipe ekspresi mengisap alasannya ialah makanan berupa cairan tumbuhan. Homoptera mengalami metamorfosis tidak sempurna. Jika dalam keadaan terlipat panjang sayapnya melebihi tubuhnya. 
Contoh: Aphis medicaginis (kutu daun).

f) Ordo Hemiptera
Hemiptera termasuk serangga kecil hingga sedang, sayap dua pasang atau tanpa sayap. Tipe mulutnya menusuk dan mengisap, makanan berupa cairan tumbuhan atau hewan lain. Bagian depan sayapnya menebal, bab distal tipis menyerupai membran. Bagian protoraks hewan ini bebas dan besar. Hemiptera mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Contoh Nilavarpata lugens (wereng), Laptocarixa acuta (walang sangit), Ranatra sp (kalajengking air), Cimex lectularius (kutu busuk).

g) Ordo Odonata
Odonata termasuk insekta besar, tubuh memanjang, kepala dapat digerakkan bebas. Odonata mempunyai mata faset berukuran besar, terdiri dari 30.000 omatidia. Sayapnya dua pasang, memanjang, transparan dengan venasi yang jelas. Ujung abdomen kecil memanjang menyerupai ekor, hewan ini mengalami metamorfosis tidak sempurna. Fase nimfa hidup di air, setelah remaja dapat terbang. 
Contoh: Aeshna sp (capung).

h) Ordo Neuroptera
Neuroptera merupakan insekta berukuran kecil hingga besar, tubuh memanjang, antena panjang. Neuroptera ialah predator yang mempunyai tipe ekspresi untuk mengunyah. Mata besar, abdomen sempit dan panjang. Sayap besar, dua pasang, bervenasi menyerupai jala. Neuroptera mengalami metamorfosis sempurna.
Contoh: Chrysopa oculata (lalat bermata emas), Myrmeleon frontalis (undurundur).

i) Ordo Lepidoptera
Tubuh Lepidopetera berukuran kecil hingga sangat besar (3 – 250 mm). Sayap dua pasang, besar, dilapisi sisik atau semacam serbuk, memiliki pola warna beraneka ragam. Antenanya panjang, tergulung rapi di bawah kepala. Lepidoptera mempunyai tipe ekspresi pengisap, maksila (rahang atas) bersatu membentuk proboscis untuk mengisap madu. Hewan ini mengalami metamorfosis sempurna, larva berupa ulat dengan kelenjar sutera untuk membentuk kokon. 
Contoh Bombyx mori (kupukupu, kokonnya menghasilkan ulat sutera), Attaus atlas (kupukupu ulat sutera), Potoparce sexta (kupu tomat).

j) Ordo Diptera
Diptera berupa insekta berukuran kecil hingga sedang dan termasuk hewan diurnal (aktif malam hari). Sayap sepasang (2 buah), transparan, berpangkal pada mesotorak. Sayap pada metatoraks mengalami modifikasi menjadi semacam pemukul/halter. Tipe ekspresi menusuk, mengisap, dan menjilat, berbentuk semacam proboscis. Diptera mengalami metamorfosis sempurna.
Contoh Musca domestica (lalat rumah), Drosophyla melanogaster (lalat buah), Tabanus sp (lalat kandang), Anopheles sp (nyamuk Malaria), Aedes aygepti (nyamuk demam berdarah), Culex sp.

k) Ordo Siphonoptera
Siphonoptera termasuk insekta kecil, tidak bersayap, cerdik melompat. Abdomennya besar, kepala dan dada kecil. Tipe ekspresi menusuk dan mengisap. Hewan ini bersifat ektoparasit pada burung, mamalia, reptilia. Siphonopetera mengalami metamorfosis sempurna, pupa dalam kokon. 
Contoh: Pulex iritans (pinjal manusia), Ctenocephalus canis (pinjal anjing), Ctenocephalus felis (pinjal kucing), Xenopyllacheopsis (pinjal tikus).

l) Ordo Coleoptera
Coleoptera berupa serangga kecil hingga besar. Tubuhnya keras. Sayap dua pasang, sayap depan keras (elytra), sayap belakang tipis menyerupai membran. Sayap Coleoptera terlipat ke dalam ketika istirahat. Coleoptera mengalami metamorfosis sempurna, larva menyerupai cacing. 
Contoh: Necrophorus sp (kumbang sampah), Coccinela sp, Hippodamia sp (kumbang predator hama tumbuhan), Lytta vesicatoria (kumbang Spanyol).

m) Ordo Hymenoptera
Hymenoptera berupa serangga berukuran kecil hingga besar, hidup berkoloni meski ada yang soliter. Sayap dua pasang, menyerupai membran. Tipe mulutnya mengunyah dan menjilat, mata besar. Hymenoptera mengalami metamorfosis sempurna, larva dalam kokon. 
Contoh: Apis indica, Apis mellifera (lebah madu), Monomorium sp (semut hitam), Vespula maculate (Jawa: tawon endas).


Beberapa hewan yang termasuk Arthropoda berikut ini mempunyai peranan dalam kehidupan manusia.

1) Crustacea
– Sebagai sumber protein hewani dan bernilai ekonomis tinggi
Contoh: udang, kepiting, lobster.
– Sebagai sumber makanan ikan, terutama Microcrustacea yang merupakan komponen penting pembentuk zooplankton.

2) Myriapoda
Membantu proses penguraian sampah organik, alasannya ialah kemampuannya memakan partikelpartikel sampah (detritus) menjadi partikel yang lebih kecil.
Contoh: luwing/lipan.

3) Arachnida
Umumnya Arachnida merugikan, karena:
– Sebagai ektoparasit pada hewanhewan ternak.
Contoh: caplak
– Sarangnya menimbulkan rumah menjadi kotor.
Contoh: labalaba

4) Insekta
Insekta terdiri dari spesies yang sangat beragam. Oleh alasannya ialah itu peranannya dalam kehidupan insan juga beragam.

a) Menguntungkan

* Menghasilkan sesuatu yang berkhasiat bagi
manusia.
Contoh: lebah madu menghasilkan madu, kokon ulat sutera menghasilkan serat sutera.

* Membantu proses penyerbukan/polinasi tanaman.
Contoh: kupukupu, lebah.

* Sebagai musuh alami hama tanaman.
Contoh: kepik memakan kutu daun.

* Membantu proses degradasi sampah organik.
Contoh: kumbang kotoran, larvanya membantu degradasi sampah organik berupa kotoran ternak.

* Sebagai media pengobatan banyak sekali penyakit.
Contoh: lebah hutan (Aphis mellifera) dimanfaatkan sengatnya untuk terapi banyak sekali macam penyakit, dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan banyak sekali penyakit, salah satunya ialah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah.

* Sumber protein hewani.
Contoh: belalang kayu ada yang memanfaatkannya sebagai makanan.

b) Merugikan

* Sebagai vektor (agen penular) berbagai
penyakit
Contoh: nyamuk Anopheles sp, nyamuk Aedes aygepti, nyamuk Culex sp, lalat tsetse, lalat tabanus, dan lalat rumah.

* Merusak tanaman budidaya
Contoh: ulat/larva Lepidoptera memakan banyak sekali dedaunan, kumbang kelapa memakan bab pucuk pohon kelapa, walang sangit mengisap cairan biji padi yang masih muda.

Demikianlah Penjelasan Ciri, Klasifikasi dan Peranan Arthropoda, supaya bermanfaat.