Pengertian dan Kegiatan Perusahaan Dagang

Pengertian dan Kegiatan Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang yakni perusahaan yang aktivitas utamanya membeli dan menjual barang dagangan tanpa melaksanakan pengolahan barang terlebih dahulu. Barang dagangan (merchandise) yakni barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali. Perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:

a. Pedagang Besar
Pak Ahmad membeli pakaian eksklusif dari perusahaan garmen dengan jumlah yang besar untuk dijualnya kembali pada pedagang lainnya dengan jumlah yang besar pula. Pak Ahmad dapat disebut sebagai pedagang besar, alasannya ia telah membeli barang eksklusif dari perusahaan yang menghasilkan barang dagangan kepada pedagang kecil atau menengah. Dengan demikian pedagang besar yakni pedagang yang kegiatannya membeli barang dalam jumlah yang besar dan menjualnya kembali dengan jumlah yang besar pula.
Contoh pedagang besar yakni agen, grosir, importir, dan eksportir.

Pengertian dan Kegiatan Perusahaan Dagang
b. Pedagang Menengah
Pedagang menengah yakni pedagang yang membeli barang dagangan dalam jumlah besar dan menjualnya kembali kepada para pedagang kecil dalam jumlah sedang atau kecil. Contohnya penyalur dan tokotoko besar.

c. Pedagang Kecil
Pedagang kecil atau retailer yakni pedagang yang membeli barang dagangan dalam jumlah sedang dan menjualnya kembali kepada konsumen akhir.


Secara garis besar aktivitas perusahaan dagang meliputi: pembelian, pembayaran, penjualan, dan penerimaan uang.

a. Pembelian
Kegiatan pembelian dalam perusahaan dagang meliputi pembelian aktiva produktif, pembelian barang dagangan serta pembelian barang dan jasa lain dalam rangka aktivitas usaha. Pembelian dapat dilakukan secara kredit maupun secara tunai. Pembelian yang dilakukan secara kredit akan menjadikan utang yang biasanya dicatat dalam akun Utang Dagang.

b. Pembayaran
Kegiatan pembelian akan diikuti pembayaran. Kapan pembelian harus dibayar tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan. Selain itu pembelian barang dan jasa, pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain, misalnya mengembalikan pinjaman atau membagikan laba kepada pemilik.

c. Penjualan
Untuk perusahaan dagang, akun yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan disebut penjualan. Penjualan dapat dilakukan secara kredit maupun tunai. Apabila penjualan dilakukan secara kredit akan menjadikan piutang yang akan dicatat dalam akun Piutang Dagang. Namun kadangkadang ketika perusahaan menjual barang dagangan juga akan mendapatkan pengembalian barang atau memberi penggalan harga. Penerimaan kembali barang yang telah dijual disebut retur penjualan (sales return), sedangkan santunan penggalan harga disebut pengurangan harga (sales allowances).

d. Penerimaan Uang
Penjualan akan diikuti oleh penerimaan uang. Penerimaan uang dari hasil penjualan juga tergantung pada syarat jual beli yang telah disepakati. Selain penerimaan uang dari penjualan, perusahaan mungkin mendapatkan uang dari sumbersumber lain misalnya setoran modal pemilik, pinjaman dari kreditor atau yang lainnya.


a. Potongan Harga

Dalam transaksi jual beli, pihak penjual sering memperlihatkan penggalan atas harga barang yang telah ditetapkan yang disebut “rabat”. Dalam akuntansi, penggalan ini tidak dicatat alasannya nilai transaksi yang diakui yakni jumlah selesai yang tercantum dalam faktur.

b. Syarat Penyerahan Barang

Syarat penyerahan barang berkaitan dengan berpindahnya hak milik atas barang yang diperjualbelikan dan menyangkut ketentuan siapa yang harus menanggung biaya pengangkutan. Syaratsyarat penyerahan barang tersebut antara lain:

1) Free on Board (f.o.b)
Pada syarat penyerahan barang ini, pembeli di luar negeri menanggung biaya pengiriman dari pelabuhan muat penjual hingga dengan pelabuhan peserta yang digunakan oleh pembeli. Penjual di dalam negeri (Indonesia) hanya menanggung biaya pengangkutan hingga dengan pelabuhan muatnya.

2) Loko Gudang
Syarat penyerahan barang ini, pembeli menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudangnya sendiri. Bagi penjual begitu barang telah dipindahkan ke truk milik pembeli untuk mengangkut barang tersebut, maka penjualan dapat diakui dan dicatat dalam pembukuan. Begitu pula bagi pembeli, pada ketika itu pembelian dapat diakui dan dicatat dalam pembukuan.

3) Franko Gudang
Pada syarat ini, penjual menanggung biaya pengiriman hingga ke gudang pembeli. Penjualan gres diakui bila barang telah hingga di gudang pembeli.

4) Cost Freight and Insurance (c.i.f)
Pada syarat ini, penjual harus menanggung biaya pengiriman (pengangkutan) dan asuransi kerugian atas barang tersebut. Catatan: syarat penyerahan barang f.o.b dan c.i.f ini berlaku untuk perdagangan luar negeri.

5) Cost and Freight (c & f)
c & f merupakan syarat penyerahan barang yang menyatakan bahwa semua biaya angkut hingga dengan daerah penyerahan barang menjadi tanggungan penjual.

6) Cost, Insurance Freight, Inclusive Commision (c.i.f.i.c)
c.i.f.i.c artinya semua biaya pengangkutan barang, premi, asuransi, termasuk komisi menjadi tanggungan penjual.

7) Free At Quay (f.a.q)
f.a.q artinya penjual menanggung semua ongkosongkos pengiriman hingga barang hingga ke pelabuhan pembeli, termasuk ongkos bongkar dari kapal.

8) Free Along Side (f.a.s)
f.a.s artinya penjual bertanggung jawab atas biaya dan risiko pengiriman barang hanya hingga di samping kapal pembeli, setelah itu biaya dan risiko menjadi tanggung jawab pembeli.

c. Syarat Pembayaran

Dalam aktivitas jual beli barang dagangan, pembeli dan penjual menentukan syaratsyarat pembayaran sehingga terjadi akad harga. Syarat pembayaran berkaitan dengan jangka kredit dan besarnya jumlah yang harus dibayar oleh si pembeli. Macammacam syarat pembayaran yang terdapat dalam perdagangan barang sebagai berikut.

1) Tunai (Cash)
Dalam syarat pembayaran ini, pembayaran dilakukan setelah penyerahan barang terjadi, dan jumlah yang dibayar yakni jumlah selesai yang tertera dalam faktur.

2) Kredit
Syarat pembayaran secara kredit berarti pembayaran barang yang dibeli dapat dilakukan beberapa waktu setelah barang diterima biasanya 1 hingga 3 bulan. Beberapa syarat pembayaran dalam jual beli secara kredit antara lain:

a) n/30
Dalam syarat ini, pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah penyerahan barang terjadi, dan jumlah yang dibayar yakni jumlah selesai yang tertera dalam faktur.

b) EOM (end of month)
Dalam syarat pembayaran ini, pembayaran dilakukan paling lambat pada selesai bulan setelah penyerahan barang terjadi, dengan tidak memperoleh potongan.

c) 2/10, n/30
Dalam syarat ini pembayaran harus dilakukan paling lambat 30 hari setelah penyerahan barang terjadi, dan jumlah yang dibayar yakni jumlah selesai yang tertera dalam faktur. Namun jikalau pembayaran dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 10 hari semenjak penyerahan barang terjadi, maka yang dibayar yakni jumlah selesai yang tertera dalam faktur dikurangi penggalan sebesar 2%.

Penjual kadangkadang menerapkan syarat pembayaran 2/10, n/30 maksudnya untuk memperlihatkan perangsang bagi pembeli untuk mempercepat pembayaran. Pembayaran barang dagangan dengan segera merupakan keinginan penjual alasannya tidak mengandung risiko. Sedangkan penjualan kredit mengandung risiko tidak tertagihnya piutang. Makara harga barang yang dibayar secara kredit akan lebih mahal daripada pembayaran dilakukan secara tunai

d) n/10 EOM
Syarat pembayaran ini maksudnya harga netto faktur harus dibayar pembeli paling lambat 10 hari sesudah selesai bulan dengan tidak memperoleh potongan.

Demikianlah Materi Pengertian dan Kegiatan Perusahaan Dagang, biar bermanfaat.