Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

0
84

Sebagai orang yang beriman, kita wajib mempercayai dan meyakini bahwa  Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya  kepada  para  nabi  dan  rasul.  Percaya kepada kitab-kitab Tuhan termasuk salah satu rukun iman


Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah
Iman menurut arti bahasa berarti percaya atau yakin. Sedangkan kata kitab artinya buku atau lembaran risalah. Menurut istilah, dogma kepada kitab-kitab Tuhan mempercayai  atau  meyakini bahwa Tuhan telah menurunkan kitab-kitabNya kepada para nabi dan rasul biar kitab-kitab-Nya dijadikan pedoman hidup  untuk meraih kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat.

Beriman kepada  kitab-kitab Tuhan sebelum  Al-Qur’an  bagi umat  Islam wajib percaya secara ijmali, artinya hanya percaya saja. Sedangkan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab-kitab sebelum AlQur’an tersebut bukanlah merupakan suatu kewajiban. Hal ini disebabkan karena kedudukan kitab suci tersebut berakhir dengan diutusnya para nabi dan rasul yang menerimanya. 

Al-Qur’an ialah kitab suci yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dimana Al-Qur’an telah menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Oleh karena itu,  umat Islam beriman kepada Al-Qur’an secara tafsili, artinya harus meyakini akan kebenarannya, memahami isi ajarannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nama-nama Kitab Allah
Allah menurunkan kitab suci banyak sekali, namun yang wajib kita imani dan  kita ketahui ada empat, yaitu: Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil, dan Kitab  Al-Qur’an.  

Dari  keempat  kitab  tersebut  dinamakan Kitab  Samawi artinya  kitab  yang diturunkan dari langit atau dari Tuhan swt. 

Agar pemahaman kita perihal kitab-kitab Tuhan tersebut menjadi jelas, maka berikut ini penjelasannya:
  1. Kitab Zabur diturunkan dalam Bahasa Qibti, kitab ini diturunkan untuk kaum Bani Israil.
  2. Kitab  Taurat diturunkan  dalam  Bahasa  Ibrani,  kitab  ini  diturunkan  untuk kaum Bani Israil.
  3. Kitab Alkitab diturunkan dalam Bahasa Suryani, kitab ini diturunkan untuk kaum Bani Israil.
  4. Kitab Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, kitab ini diturunkan untuk umat insan di dunia. 
Sebagaimana firman Allah: Artinya: “Dia  menurunkan  Al-Kitab  (Al-Qur’an) kepadamu  dengan sebenarnya;  membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat  dan Injil.” (Q.S. Ali Imran/3: 3).


Nama-nama Rasul Yang Menerima Kitab Suci
Tidak semua para nabi dan rasul mendapatkan kitab suci dari Allah. Ada yang hanya mendapatkan berupa suhuf atau pedoman Tuhan yang berupa lembaran-lembaran, ibarat Nabi Ibrahim as. Nabi Musa as mendapatkan  suhuf  sekaligus  menerima  kitab  suci dari  Allah. 

Adapun nabi dan rasul yang mendapatkan kitab suci dari Tuhan sebagai berikut: 
1.  Nabi Daud as (Menerima Kitab Zabur)
Kata zabur berasal dari kata zabara, yang berarti menulis, menulis dengan sempurna. Adapun Zabur menurut istilah ialah kitab suci yang diturunkan Allahkepada Nabi Daud as. Zabur dalam bahasa Arab disebut mazmur. Mazmur berarti  kumpulan nyanyian dan doa. 

Kitab Zabur yang turunkan kepada Nabi Daud as terdiri atas 150 mazmur yang berisi puji-pujian yang disenandungkan Nabi Daud as, ibarat ungkapan hidup, usul ampun atas dosanya kepada Allah, suka cita karena kemenangannya atas musuh-Nya, kemuliaan Allah, dan kemuliaan Mesias yang akan datang.

Saat Nabi Daud  as menyanyikan  puji-pujian kepada  Allah,  seluruh  alam,  seperti gunung-gunung, pepohonan,  dan  burung-burung, mendengarkannya dengan syahdu dan ikut bersama Daud bertasbih memuji kebesaran Allah. 

Selain sebagai  rasul, Nabi  Daud as  juga seorang  raja yang  sangat  dicintai rakyatnya, spesialis perang dan andal seni yang sangat tinggi.

Nabi Daud as mempunyai bunyi yang sangat merdu. Bila ia membaca Kitab Zabur, orang yang sedang sakit menjadi sembuh, angin menjadi tenang, burung-burung dan gunung pun ikut bertasbih memuji Tuhan swt. Tuhan berfirman: Artinya: ”Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan  sungguh Kami  telah lebihkan  kepada  sebagian  nabi-nabi  atas  sebagian (yang  lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (Q.S. Al-Isra’/17: 55).

2.  Nabi Musa as (Menerima Kitab Taurat)
Kata taurat berasal  dari  bahasa  Ibrani thora yang  berarti ajaran.  Menurut bahasa Yunani Kuno thora berarti hukum. Kaprikornus kitab Taurat ialah kitab suci yang berisi undang-undang  (hukum)  yang dikenal  dengan  nama ”Sepuluh  Perintah Allah”.

Kitab Taurat ialah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa as. Kitab ini diturunkan oleh Tuhan swt untuk menjadi petunjuk baginya dan bagi Bani Israil. Kitab  ini  dipercaya  sebagai  firman Tuhan  yang  disampaikan  secara  langsung kepada Nabi Musa as di Gunung Sinai.

Firman Allah: Artinya: ”Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat  itu  petunjuk  bagi  Bani  Israil  (dengan  firman): ”Janganlah  kamu  mengambil  penolong selain Aku.” (Q.S. Al-Isra’/17: 2).

3.  Nabi Isa as (Menerima Kitab Injil)
Kata injil berasal dari bahasa Yunani yang berarti kabar gembira. Kitab Alkitab  adalah himpunan wahyu Tuhan yang diberikan kepada Nabi Isa as. 

Berdasarkan Kitab Alkitab inilah Nabi Isa as mendapat peran berat dari Tuhan swt. Tugas itu ialah meluruskan ajaran-ajaran Nabi Musa as yang telah diselewengkan kaum Bani Israil.

Pelanggaran  dan  penyelewengan  ajaran  Taurat  tidak  hanya  sebatas  pada hukum  dan  tata  cara ibadah,  namun  juga  pada  perilaku  masyarakatnya  yang semakin kacau.

Firman Tuhan swt: Artinya: ”Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan mengutus Isa  putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami  telah menunjukkan kepadanya kitab Alkitab sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan  cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat.  Dan  menjadi  petunjuk  serta  pengajaran untuk orang-orang  yang  bertakwa.”  (Q.S. Al-Maidah/5: 46).

4.  Nabi Muhammad saw (Menerima Kitab Al-Qur’an)
Al-Qur’an menurut bahasa artinya ”bacaan”,sedangkan menurut istilah, Al-Qur’an ialah firman Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai  petunjuk bagi umat insan biar hidupnya bahagia, dunia dan akhirat. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang sempurna. Isi kandungannya mencakup semua hal yang terdapat pada kitab-kitab terdahulu. Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw merupakan kitab yang terjaga keasliannya.

Firman Tuhan swt:  Artinya: ”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya.” (Q.S. Al-Hijr/15: 9).
Al-Qur’an Sebagai Kitab Suci Terakhir
Sejarah Turunnya Al-Qur’an
Dilihat dari sejarahnya, kitab suci Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 144 surah, 6666 ayat. 

Ayat-ayat  Al-Qur’an  diturunkan  sesuai  dengan  situasi  dan  kondisi  yang dialami  oleh  Nabi Muhammad  saw  pada  waktu  itu.  Al-Qur’an  pertama  kali diturunkan pada tanggal 17 bulan puasa di Gua Hira. Gua Hira terletak di Jabal Nur (Gunung Nur). Surah yang pertama turun yaitu surah Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai berikut.

Dengan  menyebut  nama  Allah  Yang  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama  Tuhanmu yang menciptakan
  2. Dia  telah  menciptakan  manusia dari segumpal darah
  3. Bacalah,  dan  Tuhanmulah  yang Maha Pemurah
  4. yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam
  5. Dia  mengajar  kepada  manusia apa yang tidak diketahuinya
Adapun ayat yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad saw ialah  ayat 3 surah Al-Maidah sebagai berikut: Artinya: ” … Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kau agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu …. ”(Q.S. Al-Maidah/5: 3)

Nama-nama Lain Al-Qur’an
Menurut andal tafsir, Al-Qur’an memiliki banyak nama, antara lain:
  1. Al-Kitab berarti goresan pena atau yang ditulis. Al-Qur’an merupakan kitab Tuhan yang ditulis dengan mushaf.
  2. Al-Furqan berarti  pembeda.  Al-Qur’an  sebagai  pembeda  antara  yang  hak (benar) dan yang batil (salah).
  3. An-Nur berarti cahaya. Al-Qur’an merupakan cahaya yang memberi penerang bagi insan dari kegelapan. 
  4. Al-Hud± berarti petunjuk. Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi insan dan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan swt.
  5. Az-Zikr berarti peringatan. Al-Qur’an berisi peringatan dari Tuhan swt biar insan ingat kepada Khaliknya (Penciptanya).
  6. Asy-Syifa berarti  obat.  Al-Qur’an  berfungsi  sebagai  obat  penyembuh bagi orang-orang yang sakit rohani. Dengan Al-Qur’an orang-orang menjadi sehat jasmani dan rohani.
  7. Al-Bay±n  berarti  penjelas.  Al-Qur’an  berfungsi  sebagai  penjelas  bagi persoalan-persoalan yang tidak ada jalan keluar atau solusinya. 
  8. Al-Hakim berarti  pemutus  perkara.  Al-Qur’an     berfungsi  sebagai pemutus perkara dari masalah-masalah yang awalnya tidak dapat diselesaikan dengan baik.
  9. Al-Karim berarti  yang  mulia.  Al-Qur’an  adalah  firman  Allah  yang  mulia, tiada perkataan yang lebih mulia selain dari Al-Qur’an.
  10. Al-Kalam berarti firman Tuhan. Al-Qur’an ialah benar-benar firman Tuhan yang  diberikan kepada  Nabi  Muhammad  saw  dan  membacanya  termasuk ibadah.

Al-Qur’an Kitab Suci Terakhir 
Sebagai umat Islam, wajib meyakini dan mempercayai serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Semua itu dapat diperoleh dengan cara mempelajari dengan sungguh-sungguh, mulai dari menulis, membaca, memahami isi kandungannya, kemudian mengamalkannya. Al-Qur’an merupakan petunjuk  bagi  orang-orang yang bertakwa. Tuhan berfirman:

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya menjadi petunjuk bagi orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 2).
Kandungan Al-Quran
Isi pokok pedoman yang terkandung dalam Al-Qur’an, yakni:
  1. Tauhid atau keimanan.
  2. Ibadah atau relasi insan dengan Allah.
  3. Akhlak atau tingkah laku insan dengan Allah, sesama insan atau dengan semua ciptaan Allah.
  4. Sejarah atau dongeng dan kejadian umat terdahulu.
  5. Muamalah, yaitu relasi insan dengan manusia.
  6. Janji dan ancaman, yaitu berupa kabar besar hati bagi orang yang beriman dan peringatan bagi orang yang ingkar.
  7. Syariah atau hukum ibarat wajib, sunah, haram, makruh dan mubah.
  8. Ilmu pengetahuan, ilmu yang terbentang di seluruh langit dan bumi.