Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Buddha (Teori Waisya Ksatria Brahmana dan Nasional)

Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Buddha (Teori Waisya Ksatria Brahmana dan Nasional) Ada beberapa teori ihwal masuknya agama dan budaya Hindu–Buddha ke Indonesia, antara lain sebagai berikut.


Teori waisya mengungkapkan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu dibawa oleh golongan pedagang (waisya). Mereka mengikuti angin demam isu (setengah tahun berganti arah) dan enam bulan menetap di Indonesia dan mengembangkan agama dan kebudayaan Hindu.

Menurut para pendukung teori waisya, kaum waisya yang umumnya merupakan kelompok pedagang inilah yang berperan besar dalam mengembangkan agama dan kebudayaan Hindu ke Nusantara. Mereka yang menimbulkan munculnya budaya Hindu sehingga dapat diterima di kalangan masyarakat.. Pada ketika itu, para pedagang banyak berafiliasi dengan para penguasa dan rakyat. Jalinan kekerabatan itu yang membuka peluang terjadinya proses penyebaran agama dan budaya Hindu. Salah satu tokoh pendukung hipotesis waisya yaitu N.J. Krom.


Teori ksatria mengungkapkan bahwa pembawa agama dan kebudayaan Hindu masuk ke Nusantara yaitu kaum ksatria. Menurut teori ini, pada masa lampau di India terjadi peperangan antarkerajaan. Para prajurit yang kalah perang, kemudian mengadakan migrasi ke tempat lain. 

Tampaknya, di antara mereka ada yang hingga ke Indonesia dan mendirikan kolonikoloni melalui penaklukan. Mereka mengembangkan agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia. Salah seorang pendukung teori ksatria yaitu C.C. Berg.


Teori brahmana mengungkapkan bahwa pembawa agama dan kebudayaan Hindu ke Indonesia ialah golongan brahmana. Para brahmana datang ke Nusantara diundang oleh penguasa Nusantara untuk menobatkan menjadi raja dengan upacara Hindu (abhiseka = penobatan). Selain itu, kaum brahmana juga memimpin upacaraupacara keagamaan dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Pendukung hipotesis ini yaitu J.C. van Leur.


Teori nasional mengungkapkan bahwa penduduk Indonesia banyak yang aktif berdagang ke India, pulangnya membawa agama dan kebudayaan Hindu. Sebaliknya, orangorang Indonesia (raja) mengundang para brahmana dari India untuk mengembangkan agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia. Jadi, bangsa Indonesia sendiri yang aktif memadukan unsurunsur kebudayaan India. Banyak perjaka Indonesia yang berguru agama Hindu–Buddha ke India dan setelah memperoleh ilmu, mereka kembali untuk mengembangkan agama di Tanah Air.

Terlepas dari teori tersebut , orangorang Indonesia ikut memegang peranan penting dalam masuknya agama dan budaya India. Orangorang Indonesia yang memiliki pengetahuan dari pada pendeta India kemudian pergi ke tempat asal guru mereka untuk melaksanakan ziarah dan menambah ilmu mereka. 

Sekembalinya dari India dengan bekal pengetahuan yang cukup, mereka ikut serta mengembangkan agama dan budaya dengan memakai bahasa mereka sendiri. Ajaranajaran yang mereka sebarkan dapat lebih cepat diterima oleh penduduk. Jadi, proses masuknya budaya India ke Indonesia menjadi lebih cepat dan mudah.

Demikianlah Materi Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Buddha (Teori Waisya Ksatria Brahmana dan Nasional), selamat belajar.