Tahun Duka Cita atau Ammul Huzni


Setelah umat Islam, keluarga bani Hasyim dan bani Mutholib terbebas dari pemboikotan dan pengasingan dan Nabi Muhammad Saw. telah melaksanakan dakwah lebih kurang 10 tahun. Selang beberapa bulan kemudian, dua orang pelindung Rasulullah, Siti Khadijah binti Khuwalid dan Abu Thalib bin Abdul Muthalib wafat. dua orang yang menjadi tulang punggung dalam melaksanakan tugasnya menyiarkan agama Islam, Abu Thalib menjadi perisai yang melindungi dan memelihara Nabi Muhammad Saw. dengan segala kekuatan dan ketabahan hati yang dimilikinya. Penyakit keras telah menjulur ke seluruh badan Abu Thalib, dan ia tidak dapat meninggalkan daerah tidur. Tak lama kemudian ia menderita sakaratul maut. Ketika itu Rasulullah berada di sisi kepalanya mengharap biar ia mau mengucapkan kalimat la ilaha illallah sebelum kematiannya. 
Namun teman-teman buruknya yang juga berada di sisinya, termasuk tokoh mereka Abu Jahal, mencegahnya dengan berkata kepadanya: “Jangan tinggalkan agama leluhurmu”. Akhirnya iapun meninggal dalam keadaan musyrik. Maka kesedihan Rasulullah Saw. atasnya semakin berlipat ganda alasannya ialah ia telah ditinggalkannya sebelum pamannya memeluk agama Islam. Namun pantas untuk dicatat ketika Abu Thalib sakaratul maut ia mengucap “Aku telah yakin bahwa agama Muhammad ialah agama yang paling baik” beberapa jago sejarah mengambil kesimpulan bahwa Abu Thalib bin Abdul Muthalib telah menganut agama Islam dengan tidak memperlihatkan secara terus terang.
Siti Khadijah binti Khuwalid isteri Nabi Muhammad Saw. wafat dalam usia 65 tahun. Selama 25 tahun Siti Khadijah menemani Nabi Muhammad Saw., Siti Khadijah sosok isteri yang setia, orang yang mula pertama mengikuti pemikiran Rasulullah, telah menyokong perjuangan dakwah Islamiyah dengan segenap jiwa, raga dan harta, dan selalu menunjukkan kesejahteraan serta ketenteraman pada diri Nabi Muhammad Saw. menjadi mendamping dan pendukung misi dakwah Rasulullah, sehingga Rasulullah Saw. semakin mencicipi sedih yang sangat pedih. Sementara itu cobaan yang ditimpakan oleh kaumnya kepada ia setelah maut Abu Thalib dan isterinya, Khadijah, justru semakin berat. Dengan meninggalnya dua orang ini kaum Quraisy semakin menekan Nabi Muhammad Saw. dengan menyakitinya secara fisik, menghina dan melecehkan Rasulullah Saw. Abu Lahab, Hakim bin Ash dan Utbah bin Muit selalu melempari kotoran dan najis di jalanan menuju rumah dan ke halaman rumah Nabi Muhammad Saw., bahkan isteri Abu Lahab selalu meletakan duri atau pecahan-pecahan di muka pintu Rasulullah Saw.