Kerajaan-Kerajaan Pra Islam di Jazirah Arab


A. Kerajaan Kindah (480-529 SM)
Kerajaan Kindah yaitu salah satu kerajaan yang berdiri di tengah-tengah Jazirah Arab di antara hukum yang diatur berdasarkan kabilah. Namun, kerajaan ini berumur sangat pendek. Raja pertama kerajaan ini berjulukan Hajar Akil al-Mirar. Dia tunduk di bawah kerajaan Himyar di Yaman. Cucunya yang berjulukan Harits bin ‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur dan kembalilah kerajaannya pada kehidupan kabilah. Penyair yang berjulukan Imrul Qais salah seorang pengarang syair-syair masa jahiliah menisbatkan dirinya pada raja-raja Kindah. Dia telah berusaha untuk membangun kembali kerajaan leluhurnya, namun gagal.

B. Kerajaan Ma’in dan Kerajaan Qatban (1200 SM-700 SM)
Kedua kerajaan ini hidup disatu jaman. Keduanya yaitu kerajaan awal di Yaman. Namun, sejarah wacana kedua kerajaan itu sangatlah sedikit.

C. Kerajaan Saba’ (955 SM-115 SM)
Kerajaan Saba’ ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Ma’in dan Qatban. Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibu kotanya yaitu Ma’rab. Kerajaan ini menjadi terkenal disebabkan dua hal. Pertama,adanya Ratu Bilqis. Kisah wacana ratu ini dengan Nabi Sulaiman disebutkan dalam surah an-Naml. Kedua, Bendungan Ma’rab yang besar. Bendungan ini mengakibatkan Yaman menjadi sebuah negeri yang makmur dan sejahtera. Namun, kemudian bendungan ini hancur. Maka, terjadilah sebuah bencana air bah yang dahsyat. Akhirnya, penduduk setempat banyak yang pindah ke wilayah utara. Peristiwa ini sekaligus menjadi tanda kehancuran Saba’ dan berdirinya kerajaan Himyar.

Allah berfiman:
15. Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kau kepada-Nya. (Negerimu) yaitu negeri yang baik dan (Tuhanmu) yaitu Tuhan yang Maha Pengampun”. 
16. Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besardan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr (QS. Saba’ [34] : 15-16)
D. Kerajaan Himyar
Kerajaan ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Saba’ dan mengakibatkan Zhafar sebagai ibukotanya. Raja-rajanya memperlihatkan gelar kepadanya Tababi’ah. Saba’ dan Himyar meninggalkan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan keagungan kemajuan yang dicapai dua kerajaan ini. Kerajaan ini kemudian semakin mundur di akhir-akhir pemerintahannya. Sehingga, Yaman diduduki oleh orang-orang Romawi dan disusul kemudian oleh Persia.

Pendudukan Romawi di Yaman:
Djumnuwar raja Himyar yang memeluk agama Yahudi memberi pilihan kepada orang-orang Masehi Najran antara memeluk agama Yahudi atau mereka harus mati. Temyata mereka lebih baik memiliki mati daripada dipaksa harus memeluk agama Yahudi. Maka, beliau segera menggali parit dan mereka dibakar di dalam parit itu.
“Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya.”(QS. al-Buruj [85]: 4-6)
Sebagian mereka melarikan diri dan meminta perlindungan kepada penguasa Habasyah yang menganut agama Nasrani (an-Najasyi) yang kemudian meminta perlindungan pada kaisar Romawi-pelindung agama Kristen. Kaisar kemudian mengirimkan kapal perang dan senjata. Maka, Najasyi bisa menaklukkan kota Yaman berkat komandannya yang berjulukan Arbath. Pada dikala itu salah seorang pembantu dekatnya yang berjulukan Abrahah melaksanakan pemberontakan dan hasilnya membunuhnya. Maka, jadilah Abrahah penguasa di Yaman. Peristiwa ini terjadi pada dikala hidupnya Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah.
Pendudukan Orang-Orang Persia atas Yaman:
Salah seorang anak raja Himyar yang berjulukan Saif bin Dzi Yazan melarikan diri ke Persia. Dia meminta perlindungan kepada orang-orang Persia untuk mengeluarkan orang-orang Habasyah dari negerinya. Maka, mereka pun bergerak dan bisa mengalahkan orang-orang Romawi.
Kisra Persia memerintahkan supaya mengangkat Saif sebagai raja untuk seluruh Yaman. Setelah Saif terbunuh, Kisra mengirim Wahruz menjadi penguasa di Yaman dan tunduk di bawah pemerintahan Persia. Setelah Wahruz meninggal beliau digantikan oleh bawah umur dan cucu-cucunya.
Tatkala Rasulullah diangkat sebagai Rasul, penguasa Yaman asal Persia dikala itu yaitu Badzan-salah seorang keturunan Wahruz, Rasulullah mengajak Badzan untuk memeluk Islam. la menyambut undangan itu dan masuk agama Islam.
E. Kerajaan Hirah
Sejarah kerajaan Hirah ini mulai semenjak masa 111 M. dan terus berdiri hingga lahirnya Islam. Kerajaan ini telah berjasa juga terhadap kebudayaan Arab, karena warga negaranya banyak melaksanakan perjalanan di seluruh jazirah arab terutama untuk berniaga, dalam pada itu mereka juga menyiarkan kepandaian menulis dan membaca. Karena itu mereka dapat dianggap sebagai penyair ilmu pengetahuan di jazirah arab.
F. Kerajaan Ghassan
Nama Ghassan itu berasal dari mata air di Syam yang disebut Ghassan. Kaum Ghassan memerintah di episode selatan dari negeri Syam dan di episode utara dari jazirah arab. Mereka telah mempunyai kebudayaan yang tinggi, dan menganut agama yang diterimanya dari bangsa Romawi dan merekalah yang memasukkan agama Masehi itu ke jazirah arab.
G. Hijaz
Hijaz berbeda dari negai-negeri arab lain. Negeri Hijaz belum pernah dijajah, diduduki dan dipengaruhi negara-negara asing. Hal itu dikarenakan letak geografis dan terlalu miskin untuk menjajahnya. Kota terpenting di kawasan ini yaitu Makkah, tempat kabbah berada. Pada awalnya, Makkah dan Ka’bah dikuasai oleh Nabi Ismail, kemudian putra sulungnya Nabit, dan dilanjutkan oleh penguasa-penguasan kabilah Jurhum. Kemudian suku Jurhum diganti oleh suku Khuza’ah yang datang dari Yaman setelah runtuhnya bendungan Ma’rib, dan berkusa di Makkah selama 300 th. 
Dalam masa ke-5 M, Suku Quraisy merebut kekuasaan Makkah dan Ka’bah dari Khuza’ah. Mekkah mengalami kemajuan pesat di bawah kekuasaan suku Quraisy. Untuk mengurusi Makkah dan mengamankan para pejiarah yang datang ke kota Makkah, suku Quraisy mendirikan semacam pemerintahan. Selain itu, suku Quraisy mangatur urusan yang berkenaan dengan Ka’abah. 
Ada sepuluh (10) jabatan tinggi yang dibagikan kepada kabilah dari suku Quraisy yaitu :
  1. Hijabah (penjaga kunci ka’bah) 
  2. Siqayah (penjaga mata air zam-zam) 
  3. Diyat (kekuasaan hakim sipil dan criminal) 
  4. Sifarah (kuasa usaha Negara atau duta) 
  5. Liwa (jabatan ketentaraan) 
  6. Rifadah (pengurus pajak bagi fakir miskin) 
  7. Nadwah (jabatan ketua dewan) 
  8. Khaimman (pengurus balai musyawarah) 
  9. Khajinah (Jabatan manajemen keuangan) 
  10. Azlim (penjaga panah peramal) untuk mengetahui pendapat pada dewa-dewa.